MTs Roudlotul Ulum menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi MATA MUDA pada Selasa , 14 Juli 2026, pukul 07.30–09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari siswa-siswi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai berbagai permasalahan kesehatan dan sosial yang banyak dihadapi pada masa remaja.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Puskesmas Parang, dr. Intan M, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya mencegah perilaku bullying, kekerasan seksual, penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), serta Infeksi Menular Seksual (IMS).
Dalam penyampaiannya, dr. Intan M menjelaskan bahwa bullying dapat menimbulkan dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga setiap siswa perlu membangun budaya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, cara melindungi diri, serta pentingnya berani melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan.
Materi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA juga menjadi perhatian utama. Peserta diajak memahami dampak buruk penggunaan narkoba terhadap kesehatan, prestasi belajar, hingga masa depan. Tidak kalah penting, sosialisasi juga membahas Infeksi Menular Seksual (IMS), meliputi cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait materi yang disampaikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian siswa terhadap isu-isu kesehatan remaja dan pentingnya memperoleh informasi yang benar dari tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan Sosialisasi MATA MUDA ini, diharapkan para siswa memiliki pengetahuan yang lebih baik, mampu mengambil keputusan yang bijaksana, serta menjadi remaja yang berkarakter, sehat, dan bertanggung jawab. Kolaborasi antara MTs Roudlotul Ulum dan Puskesmas Parang diharapkan terus berlanjut dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari bullying, kekerasan seksual, penyalahgunaan NAPZA, serta perilaku berisiko lainnya.